Sudah Saatnya MUI di Bubarkan

Dari dulu sampai sekarang, saya belum paham apa fungsi MUI, terutama untuk umat Islam, selain hanya sibuk mengurusi label halal dan haram untuk makanan sampai produk rumah tangga.


Sebagai Majelis isi MUI tentu sekumpulan orang yang seharusnya mampu mengontrol, dan mengurus para ulama, Yaitu orang yang notabene sebagai corong ilmu bagi seluruh umat muslim di Indonesia. Tujuanya tentu harus demi kemaslahatan umat Islam, terutama dari sisi rohaniahnya. Yang artinya MUI punya tanggung jawab yang besar bukan saja di hadapan manusia, tapi juga di hadapan Tuhan terhadap kecerdasan dan kebodohan umat Islam khususnya di Indonesia dalam beragama.

Namun yang selama ini terjadi rata rata umat Islam di indonesia itu malah semakin bodoh dalam beragama. Mudah terprovokasi, gampang marah, sikap intoleransi yang tinggi, semakin banyak orang malas mengaji, malas memakmurkan mesjid, dan malas melakukan ritual ibadah lainya. Mereka hanya sibuk memoles diri dengan keislaman hanya dari sisi penampilan saja.

Nah dari sini kita jadi bertanya tanya. Di mana peran MUI selama ini.!?
Di atas kertas tujuan di diriaknnya MUI pasti demi kemaslahatan umat, namun faktanya tidak ada satupun metode yang dibuat MUI untuk itu. Selain melabeli hala haram, belakangan MUI malah akan membuat segerombolan buzzer halal untuk membela Anies dan menyerang buzzer haram yang suka menyerang Anies. Haha..
MUI ini ko tolol sekali ya..!?

Ditambah dengan tertangkapnya beberapa pentolan MUI oleh Densus 88 karena dituga terlibat jaringan teroris internasional, maka dengan gegabah saya menyarankan kepada pemerintah, cabut saja izin keorganisasian MUI. toh MUI hanyalah sebuah LSM atau Ormas saja. Kalau perlu bubarkan saja.
Kalau tidak bau busuk MUI akan terus bertambah busuk, dan tentu itu sangat tidak baik untuk citra atau marwah Islam itu sendiri.

Oh ya.. apa kabar pak wakil presiden kita.!?

Artikel Terkait

Buka Komentar

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.