Sudah Saatnya MUI di Bubarkan

Dari dulu sampai sekarang, saya belum paham apa fungsi MUI, terutama untuk umat Islam, selain hanya sibuk mengurusi label halal dan haram untuk makanan sampai produk rumah tangga.


Sebagai Majelis isi MUI tentu sekumpulan orang yang seharusnya mampu mengontrol, dan mengurus para ulama, Yaitu orang yang notabene sebagai corong ilmu bagi seluruh umat muslim di Indonesia. Tujuanya tentu harus demi kemaslahatan umat Islam, terutama dari sisi rohaniahnya. Yang artinya MUI punya tanggung jawab yang besar bukan saja di hadapan manusia, tapi juga di hadapan Tuhan terhadap kecerdasan dan kebodohan umat Islam khususnya di Indonesia dalam beragama.

Namun yang selama ini terjadi rata rata umat Islam di indonesia itu malah semakin bodoh dalam beragama. Mudah terprovokasi, gampang marah, sikap intoleransi yang tinggi, semakin banyak orang malas mengaji, malas memakmurkan mesjid, dan malas melakukan ritual ibadah lainya. Mereka hanya sibuk memoles diri dengan keislaman hanya dari sisi penampilan saja.

Nah dari sini kita jadi bertanya tanya. Di mana peran MUI selama ini.!?
Di atas kertas tujuan di diriaknnya MUI pasti demi kemaslahatan umat, namun faktanya tidak ada satupun metode yang dibuat MUI untuk itu. Selain melabeli hala haram, belakangan MUI malah akan membuat segerombolan buzzer halal untuk membela Anies dan menyerang buzzer haram yang suka menyerang Anies. Haha..
MUI ini ko tolol sekali ya..!?

Ditambah dengan tertangkapnya beberapa pentolan MUI oleh Densus 88 karena dituga terlibat jaringan teroris internasional, maka dengan gegabah saya menyarankan kepada pemerintah, cabut saja izin keorganisasian MUI. toh MUI hanyalah sebuah LSM atau Ormas saja. Kalau perlu bubarkan saja.
Kalau tidak bau busuk MUI akan terus bertambah busuk, dan tentu itu sangat tidak baik untuk citra atau marwah Islam itu sendiri.

Oh ya.. apa kabar pak wakil presiden kita.!?

Tuduhan Keji Gatot Nurmantyo Terhadap TNI

Narasi kebangkitan PKI seakan sudah menjadi agenda tahunan bagi seorang mantan jenderal Gatot Nurmantyo. Walaupun dia sendiri sudah menyadari kalau narasi kebangkitan PKI itu sudah basi dan tidak akan laku. Namun kenapa narasi ini terus di tiup tiupkan.? Dan jawabanya apa lagi kalau bukan menyangkut masalah nafsu politik.

Tahun 2018 Pak Gatot juga pernah mengangkat narasi kebangkitan PKI untuk menyerang pemerintah, sebagai orang yang selalu berseberangan dengan pihak pemerintah beliau pernah menuduh kalau pihak penguasalah yang menghapus pelajaran sejarah, pencabutan tap MPR tentang pelarangan PKI, dan menghilangkan kewajiban nonton film G30S/PKI yang sudah berlaku sejak jaman orde baru. Dan dengan logika jongkoknya, Gatot menyimpulkan kalau semua itu dilakukan oleh PKI. Padahal kenyataanya. silahkan tonton video di atas agar kita semua paham, bagai mana kualitas seorang Gatot Nurmantyo.

Namun seolah tidak pernah kapok dan tidak merasa malu, narasi jahat ini kembali Gatot hembuskan menjelang akhir bulan September tahun sekarang. Kali ini yang Gatot sasar bukan pihak pemerintah, namun pihak TNI, yang notabene telah membesarkan namanya.
Menurut Gatot, saat ini TNI sudah di susupi oleh PKI hanya dengan bermodal fakta kalau diorama patung Soeharto, Sarwo Edie, dasn Jend Naution di museum Dharma Bakti sengaja di hilangkan oleh pangkostrad. Padahal pencetus dibongkarnya diorama itu adalah Letjen (purn) Azmyn Yusri Nasution yang merupakan pembuat patung diorama tersebut.

Saya jadi teringat sebuah pepatah kuno dari Yunani, "Hanya keledai yang bisa jatuh ke dalam lubang yang sama dua kali", Saya tidak menyamakan Pak Gatot dengan keledai yang memang bodoh, tapi  jika melihat apa yang dikatakan Pak Gatot, saya jadi terbetik untuk merubah pepatah diatas menjadi " Keledai saja tidak jatuh ke lubang yang sama sampai dua kali"



Sumber:


Gaji Pejabat Tinggi, Iri Bilang Boss

Saat ini banyak sekali orang, terutama orang-orang malas, orang gagal dan orang iri yang getol membahas tentang besarnya gaji pejabat negara Indonesia. Namun apakah memang betul gaji seorang pejabat misalnya Presiden itu gajinya besar..!? Ya... Dalam satu bulan gaji seorang presiden bisa mendapatkan gaji dengan total 60 jutaan. Gaji segitu memang sangat besar jika di ukur dengan kehidupan saya.

Tapi masalahnya menurut saya pribadi tidak terletak pada besar kecilnya gaji pejabat. Tapi pada urgensinya. Semua harus paham dulu  bahwa penetapan gaji dari mulai presiden sampai buruh kecil seperti saya itu di atur oleh undang undang. Dari dulu sampai sekarang jumlahnya ya di sesuaikan dengan undang undang yang sudah disepakati bersama
 
Selama keuangan negara itu sehat dan mampu, saya gak peduli berapapun gaji pejabat. Karena saya tahu untuk menjadi pejabat itu tidak mudah. Banyak yang harus dikorbankan untuk menjadi seorang pejabat, sebut saja misalnya Jokowi atau Nadiem Makarim, sebelum menjadi pejabat negara, mereka berdua adalah seorang pengusaha yang sukses. Dan pendapatannya tentu lebih besar dari pada menjadi pejabat negara. Namun saat bicara tentang pengabdian pada Negara, mereka dengan suka rela meninggalkan bisnisnya.

Itu baru dari sisi finansial, belum pengorbanan dari sisi privasi, hidup menjadi pejabat negara itu sangat ketat, di atur dan di jadwal, bagi orang yang biasa hidup bebas, dia tidak akan bisa menjalani kehidupan pejabat. Selain itu ada pengorbanan dari sisi psikologis, saat seseorang siap menjadi pejabat, maka dia juga harus siap dibully, dicaci, dimaki, dihina, dan sebagainya.

Intinya, silahkan atur gaji sesuai proporsinya masing masing. Yang terpenting adalah apa yang diterima harus sesuai dengan yang di kerjakan. Jangan sampai gaji sudah besar tapi hasil kerja sangat minim atau bahkan tidak ada. Ini bukan hanya berlaku bagi pejabat negara, tapi pada buruh kecil sekalipun. Karena kebanyakan orang Indonesia itu rata rata gaji ingin besar tapi gak mau susah. Makanya mereka getol membahas gaji pejabat karena aslinya mereka itu iri. Kerja ingin seperti pengangguran tapi gaji ingin seperti pejabat.
Mereka lupa kalau sekarang sudah zamanya persaingan yang ketat. Siapa yang kendor dia akan tertinggal. Siapa yang malas maka akan susah, jadi jangan salahkan orang lain. Salahkan ketidak mampuan sendiri, caranya coba benturkan kepala sama tiang listrik.

Santri Tutup Telinga, Lebay.?


Umumnya orang Indonesia, mungkin baru kali ini melihat tayangan video dimana ada sekumpulan orang yang tiba tiba menutup telinganya saat mendengarkan musik barat. Dan sangat wajar jika orang lalu menarik ulur masalah ini terutama dari sisi konteks. Karena bagi kebanyakan orang ini jelas tayangan yang langka apapun alasanya.

Betul apa yang mereka lakukan tidak merugikan siapapun dan melanggar apapun, namun melihat orang gila joget saja bisa viral, apa lagi orang menutup telinga saat mendengar musik, secara berjamaah pula, kesannya tentu menjadi lebay bagi orang yang baru melihat.

Yang saya sayangkan justru kenapa hal yang bisa menimbulkan persepsi macam macam seperti ini bisa ditayangkan !? Karena menurut saya ini jelas di sengaja, bila kita mendengar narasi atau pengantar kata dari orang yang memvideokan.
Yang jadi pertanyaan saya, apa yang memvideokan juga menutup kedua telinganya.!?
Sementara tangan yang satu dipakai untuk memegang kamera.!?

Sebut saja misalnya yang memvideokan menggunakan headset lalu memutar murottal untuk menangkal suara musik ditempat itu, lalu kenapa santrinya tidak di anjurkan untuk melakukan hal yang sama.!?
Itu lebih bijaksana ketimbang di suruh menutup telinga secara berjamaah lalu di videokan. 

Intinya ini adalah hal baru bagi mata kebanyakan orang Indonesia, dan sah-sah saja orang mempersepsikan apapun karena sudah kadung tayang. Yang tidak boleh itu saling serang antar penonton untuk memaksakan persepsinyalah yang paling benar kepada penonton lain.

Anies Baswedan Korban Pencari Konten


Selamat pagi Indonesia, sallam damai NKRI. Pak Anies Baswedan, saya yakin semua orang Indonesia pasti sudah mengenal beliau. Karena selain pernah menjadi menteri, saat ini beliau juga seorang Gubernur ibu kota yang merupakan wajah dari negara Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Selain itu, saya juga yakin jika warga negara Indonesia tahu betul bagaimana kualitas kerja pak Anies, sekalipun mereka ini adalah pendukung setia pak anies. Karena setiap manusia tentu memiliki hati nurani yang tidak bisa dibohongi bahkan oleh dirinya sendiri. Artinya, dalam hati kecil siapapun pasti mengakui kalau Pak Anies Baswedan ini tidak cakap dalam memimpin sebuah daerah.

Tidak perlu menjadi pintar untuk bisa menilai bagaimana kualitas Pak Anies. Di era modern seperti sekarang, orang awam seperti saya saja bisa dengan mudah mendapatkan akses terhadap sepak terjang pak Anies dalam mengelola ibu kota, apapun itu. Baik kebijakan atau keputusan yang bagus, yang gak jelas, atau yang buruk. Tinggal kita menghitung, banyak yang bagus, atau yang gak jelas dan tidak berguna. Rumusnya begitu kan.!?

Menarik dengan viralnya Pak Anies Baswedan sebagai gubernur terbodoh versi mesin pencari google, algoritma nya tentu karena banyak netizen yang menulis kata kunci Anies Baswedan Ini memang tidak bisa berkerja. Dan ini fix dengan konten pemberitaan yang ada. Kebanyakan kebijakan atau tindakan pak anies diberitakan tidak beres.

Jadi sebetulnya semua warga Indonesia itu tahu kalau pak Anies ini bukan apa apa. Apa lagi kalau sampai dibandingkan dengan pemberitaan hasil kerja Presiden Jokowi dalam membangun Indonesia, khususnya di wilayah timur Indonesia atau daerah daerah yang selama ini di "anak tirikan". Ini jelas bagai langit dan bumi, tidak sebanding dalam hal apapun. Apa lagi jika dilihat dari luas wilayah yang ditangani, Anies jelas kecil sekali.

Intinya, bagi warga Indonesia yang melihat kredibilitas kerja saat memilih pemimpin, pak anies jelas tidak layak diperhitungkan di pilpres 2024 nanti. Terlalu banyak hal negatif yang sudah di lakukan pak anies saat mengelola Jakarta. Apa lagi kalau ditanya masalah janji kampanye yang tidak terwujud satu pun, pak anies jelas akan ditinggalkan. Kecuali bagi mereka yang punya kepentingan terhadap pak anies, terutama dari sisi keuntungan pribadi atau kelompoknya. Mereka tentu akan terus mengangkat pak anies dengan bermacam narasi.

Mungkin itu satu satunya hal positif yang terdapat pada diri pak anies, yaitu membantu para pembuat konten mendapat keuntungan atas ketidak becusannya bekerja. Contohnya ya seperti tulisan ini. Haha...


Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman Yg Sudah Murtad

Borobudur adalah salah satu destinasi wisata yang paling banyak diburu oleh pelancong domestik maupun luar negeri. Dan dulu bahkan pernah menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia.
Menurut Wikipedia, Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

Namun menurut KH. Fahmy Basya seorang pengajar Matematika Islam di Univ Islam Syarif Hidayatullah, Borobudur itu peninggalan Nabi Sulaiman. Maka secara otomatis Borobudur pun menjadi mualaf, Dan itu berdasar dari dalil dali sejarah Islam. Itulah sebabnya beliau bahkan sampai berani menantang pada siapapun untuk membuktikan kalau Borobudur di bangun oleh para penganut agama Buddha pada masa pemerintahan wangsa Saylendra.

"Silakan, coba mana bukti Borobudur dibuat abad delapan oleh Syailendra. Tidak ada bukti otentik/kuat menunjukkan itu," tantang Fahmi di depan event Festival.
Padahal klaim beliau tentang Borobudur peninggalan Nabi Sulaiman pun bukan berdasar bukti otentik, tapi cocokologi dalil.
Jika anda ingin tertawa, silahkan tertawa, jangan di tahan. Haha..

Sayangnya, setelah Borobudur masuk Islam, tahun 2021 Borobudur kembali murtad. Dia kembali ke Agama lamanya yaitu Buddha. Itulah sebabnya Ustadz Sofyan Chalid melarang umat islam untuk berdarmawisata ke Borobudur. 
"Hukumnya haram, karena itu termasuk persetujuan terhadap peribadahan mereka makanya kita tidak boleh duduk-duduk bersama orang yang menghina agama. Allah mengatakan kalau kamu duduk bersama mereka kamu seperti mereka," jawab Sofyan seperti dikutip detikcom dalam video tersebut, Senin (13/9/2021).

Rocky Gerung King Of Dungu


Kata Dungu, saat ini mungkin lebih populer dari pada blog saya ini. haha.. Dan itu semua berkat Prof Rocky Gerung. Karena memang beliaulah yang mempopulerkan kata Dungu di jagat maya Indonesia ini. Bila sebelumnya anda membaca definisi, sifat, dan contoh kedunguan disini, maka akan mudah anda menarik kesimpulan kalau kata dungu yang di ucapkan RoGer ini hanya bersifat lempar ludah alias tidak sesuai konteks. Kasarnya kata dungu yang sering keluar dari mulut gerung ini hanya sebuah luapan emosi, bukan berdasar dari kajian ilmiah apapun.

Lalu siapa Rocky Gerung ini.!?

Walaupun sama sama tinggal di Bogor dengan jarak puluhan kilo meter saja, saya tidak tahu siapa RoGer ini secara rinci. Tapi menurut orang orang, katanya dia ini seorang filsuf. Entah apa yang mendasari dia disebut sebagai filsuf, tapi besar kemungkinan dia disebut filsuf karena beliau pernah Lulus sebagai sarjana sastra jurusan ilmu filsafat di UI. Dan beliau ini pernah mengajar juga di departemen ilmu filsafat UI, walau hanya sebagai dosen tidak tetap sampai awal 2015. Sementara masalah lainya tentang Rocky ini saya tidak tahu dan tidak mau tahu.
Itulah sekilas tentang Rocky Gerung hingga dia disebut sebagai seorang filsuf. 

Lalu apa arti filsuf itu sebenarnya.!?

Filsuf adalah orang yang berfilsafat, yaitu orang orang yang mencintai ilmu hikmat, atau filosofia. Biasanya orang yang berfilsafat selalu mengkaji apapun sampai ke dasar permasalahan, sampai masalah tersebut tidak lagi meninggalkan satu pun pertanyaan, jadi filsafat ini erat kaitanya dengan skeptisme. Oleh karena itu bisa dikatakan juga bahwa Filsafat adalah metode berpikir, atau cara berpikir yang radic, yang selalu mempertanyakan apapun lalu mengkajinya sampai masalah itu selesai.

Dari uraian di atas, sekarang mari kita tanyakan. Apakah kata dungu yang sering di ucap oleh Rocky Gerung ini sesuai konteks dan mampu menyelesaikan masalah yang ada.!?
Tentu saja tidak, karena seperti yang saya tulis di atas, kata dungu yang sering RoGer lontarkan itu hanya luapan emosi atau sekedar cari panggung. Rocky ini bukan serorang filsuf, tapi orang dungu yang bilang orang lain dungu. Ini sama dengan orang bodoh yang menyebut orang lain bodoh untuk menutupi kebodohannya.

Gelar, karier, boleh mentereng. Tapi gelar dan karier tidak bisa dijadikan sebagai patokan kalau gerung ini seorang filsuf. Karena metode berpikir gerung jauh dari ciri seorang filsuf. Pola pikir gerung itu bersifat subjektif. Bahkan untuk berlogika saja, yaitu salah satu cabang ilmu filsafat, gerung gak nyampe. Karena orang yang berlogika itu selalu berpikir objektif.

Lihat saja semprotan kata dungu terhadap pemerintah dan presiden. Gerung bahkan berani mengatakan "Kontrak kata DUNGU diperpanjang 5 tahun" setelah Jokowi memenangkan kembali pilpres untuk periode keduanya. Itu artinya, apapun yang dilakukan Jokowi, dungu dimata gerung dan tidak ada baiknya.
Filsuf apaan, cara berpikirnya sama saja seperti kadrun lainya macam Rizal Ramli, Said Didu, Refly Harun dan kawan kawan.

Oleh karena itu motifnyapun gampang ditebak. Sama dengan yang lainya, kalau tidak sakit hati, ya cari populeritas dan uang.
Ya.. bagai mana gak sakit hati, wong Gerung ini hampir jadi menteri seandainya Prabowo yang menang pilpres tahun 2019. Tapi sayang, mimpinya langsung terkubur oleh kemenangan Jokowi.
Selain itu, dulu gerung juga bukan siapa siapa, namun setelah berani mengatakan Jokowi dungu di acara ILC dan kitab suci itu fiksi, dia pun jadi terkenal, dan otomatis duit pun masuk ke dalam kantongnya.

Namun setelah dia tersandung masalah dengan Centul City, apakah dia mampu mengatasi..!? Padahal katanya orang cerdas itu mampu mengtasi masalah apapun yang datang dengan cepat dan tepat.
Tidak Rocky gerung itu king of dungu, dia bahkan tertipu oleh makelar tanah. Dan sekarang berharap pemerintah yang sering dia sebut dungu emembantu menyelesaikan masalahnya.

Long live the king of dungu.

Definisi, Sebab, Sifat, dan Contoh Kedunguan

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata DUNGU bisa di artikan sebagai otak yang sangat tumpul, bebal, atau bodoh. Dalam bahasa kasarnya sama dengan TOLOL. Kata ini bersifat negatif, dan biasanya sering ditunjukan kepada orang dalam rangka mengekspresikan emosi, baik dari ketidak suka-an, ataupun luapan amarah.
Sebagai orang timur yang kental dengan adat kesopanan dan tata krama, mengatakan orang lain dengan kata dungu atau bodoh atau tolol jelas tidak boleh, walaupun faktanya memang begitu. Karena itu bisa berdampak buruk bagi dirinya, misalnya depresi atau hilangnya kepercayaan diri di hadapan sosial, atau bisa disebut juga sebagai minder.

Penyebab terjadinya kedunguan pada manusia, yang paling bertanggung jawab biasanya karena ketidak mampuan seseorang dalam berfikir, atau bisa juga karena mentalitasnya tidak berkembang. Makanya kedunguan bisa dikatakan juga sebagai kelainan. Dan semua orang tentu tidak ingin menjadi dungu, karena naturalnya manusia hidup itu harus berevolusi. Dari ketidak tahuan menjadi tahu, dari lemah menjadi kuat, dan sebagainya.

Nah.. sebagai orang normal, sejatinya kita membantu orang dengan kelainan ini agar bisa hidup sebagai mana orang normal lainya sesuai kemampuan. Kalaupun tidak bisa membantu, setidaknya memiliki rasa empati terhadap mereka sebagai sesama manusia. Karena hidup dalam keterbatasan mental dan berpikir itu sangat tidak enak. 

Contohnya lihat saja anak anak. mereka tentu tidak akan bisa hidup tanpa bantuan orang dewasa, begitu juga dengan orang dungu. Merek tidak akan paham mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak, mereka akan kesulitan untuk mengatasi suatu masalah yang dia hadapi, dan yang paling fatal adalah mereka gampang di manfaatkan dan di bodohi oleh orang normal.

2 Jenis Umat Muslim Dalam Al Qur'an

Al qur'an adalah kitab suci umat Islam yang wajib di yakini sebagai kitab yang kebenaranya absolute. Baik dari sisi hukum, sisi cerita, dan yang lainya. Namun masalahnya, seperti kitab kitab lain, bahasa yang digunakan dalam Al qur'an adalah bahasa arab kuno. Prof Sumanto Al qurtubi bahkan pernah mengatakan bahwa bahasa Qur'an itu berbeda dengan Bahasa orang Arab sehari hari.

Intinya, untuk mengartikan bahasa Qur'an itu tidak mudah. Apa lagi jika mengacu pada arti ayat yang sesuai konteks, sesuai dengan wahyu yang diterima langsung oleh Nabi Muhammad. Disinilah awal mula rancunya penafsiran tentang ayat Qur'an. Apa lagi jika Qur'an di alih bahasakan ke bahasa yang relatif masih muda seperti bahasa Indonesia. Tentu akan sangat sulit menemukan padanan kata yang sesuai untuk Bahasa Qur'an.

Namun kali ini saya tidak sedang membahas masalah itu, yang akan saya bahas adalah 2 jenis umat Islam yang disebut dalam Qur'an.

Pertama, kosa kata yang paling banyak disebut dalam Qur'an ditujukan untuk orang yang beriman. Atau Al imanu dengan variasinya. Yaitu golongan umat muslim yang beriman, kebanyakan adalah golongan akar rumput yang paham islam dari katanya orang.

Iman secara bahasa berarti percaya dan yakin. Ini menyangkut masalah hati, karena percaya dan yakin adalah pekerjaan rasa dan perasaan. Konteksnya dalam Islam tentu percaya dan yakin terhadap kebenaran Islam yang mengerucut pada hukum iman.

Itulah sebabnya kenapa Agama disebut sebagai keyakinan. Karena ruang lingkup agama memang hanya sebatas didalam hati. Orang bebas meyakini apapun dan tidak meyakini apapun. Orang bisa yakin Islam itu benar dan yang lainya salah, orang bisa yakin Kristen itu benar dan Islam itu salah. Namun saat keyakinan, dipaksakan keluar dari hati, misalnya dipakai untuk berpolitik, atau dipakai untuk menilai agama lain sesat, maka akan berbenturan dengan pembuktian.

Nah.. dalam rangka pembuktian inilah kenapa orang beriman bisa menjadi goblok. Lebih dari itu bahkan bisa saling serang dan saling bacok. Karena apa,? karena mereka menggunakan ukuran kebenaranya menurut keyakinannya masing masing. Dan tentu sampai kiamat pun tidak akan pernah menemukan kesamaan diantara keduanya, apa lagi menemukan kebenaran secara universal.

Oleh sebab itu perang antar agama, saling bunuh, saling hina, saling caci maki, terorisme, fanatisme,  kebanyakan pelakunya adalah orang beriman. Dalam agama apapun.

Yang kedua, umat Islam yang sering disebut dalam Qur'an adalah Orang Yang Berpikir. Biasanya ini ditujukan untuk golongan mukmin kelas elit macam ulama, ustadz, dan sebagainya. Mereka adalah para cendikiawan muslim yang banyak mempelajari literatur islam dari berbagai sisi. Mereka cenderung biasa saja, tidak terlalu banyak bicara walaupun ilmu agamanya banyak.

Namun karena Agama adalah sebuah keyakinan, orang yang lebih banyak menyikapi agama dengan berpikir, akan mudah sekali tergelincir. Dan pilihan yang utama dalam benak mereka adalah tidak beragama atau Ateis, karena bagi mereka semua agama itu sama saja. Sama sama tak masuk akal. Apa lagi jika dia menyaksikan kegoblokan kaum beriman dalam bersikap terhadap keyakinan lainya.

Maju Mundur Syantik Anies Baswedan

Posisi Formula E Anies Baswedan saat ini  bagai makan buah simalakama, dilanjut bakalan buntung, gak dilanjut mau ditaro dimana muka nya..
Dimasa pandemi yang entah sampai kapan berakhir, saya sebagai rakyat kecil tentu bertanya-tanya, apa urgensi formula e bagi kami kami ini..!?
Sementara Pak Gubernur sampai mati matian  berupaya agar pagelaran balap mobil listrik ini bisa terwujud.

Selama ini, apapun kebijakan Anies nyaris gak ada yang beres. Contoh kecilnya masalah trotoar, sudah dibangun, dibongkar lagi. Terus ada lagi keputusan yang di anulir seperti saat memberikan penghargaan pada sebuah diskotik atau saat mengangkat dirut transjakarta yang ternyata statusnya masih tersandung hukum. Itu artinya, Pak Anies ini gak pandai mengkalkulasi dan tidak mempunyai perencanaan yang matang terhadap kebijakanya. Walaupun pak anies sudah punya puluhan TGUPP.

Berkaca dari yang sudah sudah, wajar bila banyak pihak yang mengasumsikan, kalaupun formula e ini jadi digelar, hasilnya tidak akan semanis apa yang sudah dikatakan anies. Apa lagi pandemi belum usai, urgensi formula e jelas jadi nomor sekian. Yang paling penting sekarang adalah bagai mana cara keluar dari jerat covid dan mengatasi dampaknya. Orang tentu akan lebih memikirkan bagai mana cara bertahan hidup dari pada membeli tiket untuk menonton balapan mobil listrik.

Daya tarik Formula E bagi orang Indonesia, itu apa.!? Penyelenggara orang luar, tim pembalap juga orang luar, pembalapnya juga gak ada orang Indonesia, mobilnya ya mobil buatan luar juga. Orang menonton sesuatu tentu karena daya tariknya. Sebut saja misalnya dalam motoGP ada valentino rossi, orang tentu akan tertarik menontonnya karena banyak yang ngefans sama rossi, atau sama raungan motornya, dan sebagainya. Sementara Formula E, pembalapnya saja masih belum banyak yang mengenal, karena ajang balapan ini memang masih baru. Makanya merk pabrikan top macam Mercedes, Audi, dan BMW bahkan sampai mengundurkan diri dari ajang ini.  Dari sini maka ditarik kesimpulan, kalau Formula e ini gak bakalan laku. Dan ini tentu akan menambah nilai minus bagi Anies.

 Untuk mewujudkan ambisi gubernur DKI ini, Jakarta sudah menghabiskan APBD sampai 1T lebih. Belum lagi kawasan monas yang sudah di acak acak, yang tadinya lahan hijau sekarang menjadi lahan beton. Pun, walau kawasan monas sudah dikorbankan, monas tetap tidak bisa dipakai untuk balapan formula e. Itu artinya jika anies tetep ngotot, dia harus membangun sirkuit baru. Dan untuk itu tentu dibutuhkan biaya lagi. Uang dari mana.!? Sementara APBD jakarta sampai saat ini defisit sampai 2T gara gara corona.

Dari uraian di atas sebetulnya tidak ada sedikitpun celah Formula e ini bisa terwujud. Saya yakin Anies bukan orang bodoh. Apa yang saya tulis di atas pasti sudah terpikirkan olehnya. Dan saya yakin beliaupun sadar bahwa ini bisa menjadi kuburan bagi kariernya.
Namun bukan Anies namanya kalau tidak cerdik bagaikan ular, eksistensi namanya untuk 2024 tetap harus dia jaga. Tak peduli walau harus di caci maki, yang penting gaung formula e harus tetap ada, caranya, menolak interpelasi misalnya.. 

Sebab Khotbah Agama Semakin Tak Laku

Selama manusia hidup, selama itu pulalah dia mendengarkan ceramah agama di manapun dan melalui media apapun. Bisa dari media digital, dari forum forum ceramah, bahkan dari lingkungan sekitar. Dan dari awal kemunculan agama, topiknya tidak pernah berubah, itu, itu, dan itu lagi. Begitupun dari sisi metode dan konsep ceramah agama, monoton dan membosankan. Sampai sampai orang yang mendengar berkata " ya gue udah tau.". Dan hal semacam itu, diturunkan dari generasi ke generasi.

Pada dasarnya salah satu sifat manusia itu mudah bosan terhadap apapun, manusia akan selalu lebih tertarik pada hal hal baru, termasuk pada isi dan metode ceramah. Dari sini maka munculah penceramah penceramah karbitan yang mampu menampilkan isi dan metode ceramah agama dengan gaya baru. Ada ceramah lucu, ceramah sedih, bahkan ada ceramah keras.

Untuk menjadi penceramah gaya baru ini, tidak perlu harus paham agama secara keilmuan, hapal beberapa ayat saja sudah bisa berceramah, itulah kenapa saya sebut karbitan. Bahkan seorang mualaf yang belum tahu banyak tentang agama barunya pun, bisa menceramahi mereka yang sudah memeluk islam dari orok, lebih dari itu bahkan sampai di undang dan di bayar. luar biasa bukan.!?

Tentu saja luar biasa, luar biasa gila. Dimana penikmat ceramah sekarang ini sudah tak peduli lagi dengan ceramah konvensional biasa, tentang keilmuan, yang terpenting si penceramah mampu membuat pendengarnya selalu tertawa, pandai meraih simpati atas kelemahan, ketidak berdayaan dan ketidak mampuan objek pembahasan, juga mampu memfasilitasi emosi yang selama ini dipendam pendengarnya.

Makanya penceramah karbitan macam alm Maheer, gus nur, yahya waloni, kace, bahar, dan semacamnya, lebih populer dan lebih laku, ketimbang penceramah penceramah yang kaya akan kajian dan paham akan khazanah Agama macam Romo Magnis, atau Quraish Shihab.

Cara Menyadarkan Sikap Kasar Orang Tua terhadap Anak

Setiap orang tua tentu tidak akan pernah sadar, kalau dia sudah melakukan tindak kekerasan terhadap anak. Maka saat orang lain menuduh dia melakukan kekerasan, dia tidak akan pernah mau mengaku. Karena setiap orang tua, pasti melakukan kekerasan terhadap anak dengan alasan mendidik, atau mendisiplinkan, dan itu sudah menjadi hal biasa.

Suatu hari, saya pernah melihat video di tik tok. Dalam video tersebut terlihat seorang lelaki paruh baya yang memukul seorang anak remaja sambil marah-marah. Terdengar si pemukul menyebut si remaja dengan kata kata " Dasar setan sia ". Akibat pukulan itu, si remaja sampai mengeluarkan darah dan menjerit memilukan. 

Melihat kejadian dalam vidoe, emosi saya langsung naik, apa lagi saat saya mengetahui kronologi kejadian video tersebut. Menurut yang memposting, video tersebut direkam setelah si remaja ketahuan hendak mencuri di sebuah mushola, lalu diserahkan pada orang tuanya oleh pengurus mushola. Mungkin karena marah dan malu, orang tua si remaja tersebut langsung memukulinya.

Setelah selesai menonton videonya, tanpa pikir panjang saya langsung mengomentari prilaku si orang tua. " Sia nu setan mah go**og"(yang setan itu kamu). Setelah menulis komentar saya pun langsung menutup postingan tersebut.

Tak lama setelah itu, pikiran saya langsung melayang pada kejadian beberapa minggu yang lalu, dimana saya memukuli menelanjangi bahkan sampai menyuruh anak saya untuk pergi, karena saya kehilangan uang. Dan dalam pikiran saya, pasti anak saya yang mengambil.

Mengingat kejadian dalam video dan apa yang saya alami, saya langsung bergidik. Apakah saya juga sudah menjadi setan.!?
Sekjam itukah saya.!?
Sampai tulisan ini dibuat, saya bahkan belum meminta maaf atas semua dosa yang saya lakukan terhadap anak.
"Hampura bapa jang".