Santri Tutup Telinga, Lebay.?


Umumnya orang Indonesia, mungkin baru kali ini melihat tayangan video dimana ada sekumpulan orang yang tiba tiba menutup telinganya saat mendengarkan musik barat. Dan sangat wajar jika orang lalu menarik ulur masalah ini terutama dari sisi konteks. Karena bagi kebanyakan orang ini jelas tayangan yang langka apapun alasanya.

Betul apa yang mereka lakukan tidak merugikan siapapun dan melanggar apapun, namun melihat orang gila joget saja bisa viral, apa lagi orang menutup telinga saat mendengar musik, secara berjamaah pula, kesannya tentu menjadi lebay bagi orang yang baru melihat.

Yang saya sayangkan justru kenapa hal yang bisa menimbulkan persepsi macam macam seperti ini bisa ditayangkan !? Karena menurut saya ini jelas di sengaja, bila kita mendengar narasi atau pengantar kata dari orang yang memvideokan.
Yang jadi pertanyaan saya, apa yang memvideokan juga menutup kedua telinganya.!?
Sementara tangan yang satu dipakai untuk memegang kamera.!?

Sebut saja misalnya yang memvideokan menggunakan headset lalu memutar murottal untuk menangkal suara musik ditempat itu, lalu kenapa santrinya tidak di anjurkan untuk melakukan hal yang sama.!?
Itu lebih bijaksana ketimbang di suruh menutup telinga secara berjamaah lalu di videokan. 

Intinya ini adalah hal baru bagi mata kebanyakan orang Indonesia, dan sah-sah saja orang mempersepsikan apapun karena sudah kadung tayang. Yang tidak boleh itu saling serang antar penonton untuk memaksakan persepsinyalah yang paling benar kepada penonton lain.

Artikel Terkait

Buka Komentar

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.