Akibat Mendidik Anak Dengan Kekerasan

Saya yakin, semua orang tua yang ada di dunia ini menginginkan anaknya menjadi orang yang berhasil setelah dia dewasa. baik dari sisi pendidikan, sisi ekonomi, juga dari sisi moral atau tingkah laku. Bermacam cara dilakukan orang tua bahkan sampai rela mengorbankan semua yang dimiliki demi mewujudkan keberhasilan anak.

Namun banyak orang tua yang lupa,  kalau anak itu bukan zombie atau robot. Yang kehidupannya bisa di kontrol semau gue dengan remote. Makanya tidak sedikit orang tua yang bangkrut demi anak, sementara si anak tetap tidak menjadi apa apa.

Yang sering dilupakan orang tua saat mendidik dan mengurus anak adalah tidak pernah memandang bahwa dia ini manusia. Betul, anak itu bagaikan kertas kosong, mau di isi dengan apa tergantung siapa yang menulis. Namun anak itu bukan kertas, barang mati yang bahkan bisa dilempar kesana kemari. Walau secara pemikiran anak anak itu masih blank, namun karakter, kemauan, keinginan, dan semacamnya, sudah tertanam secara natural sejak dia lahir. Dan itu yang jarang terdeteksi oleh orang tua.

Dan cara untuk mendeteksi karakter, keinginan, atau kreatifitas anak, hanya bisa dilakukan melalui pendekatan secara manusiawi. Ingat, tugas orang tua bukan untuk mencetak anak menjadi apa, tapi memfasilitasi kemauan anak menjadi apa. Konteks mendidik anak hanya untuk mengarahkan, bukan memaksa. Apa lagi melalui cara kekerasan.

Percayalah, terjadinya situasi perang terbuka antara anak dan orang tua, 90% terjadi karena pemaksaan kehendak. Dan percayalah, kekerasan orang tua terhadap anak , 100% penyebab anda mencetak anak menjadi manusia gagal.

Artikel Terkait

Buka Komentar

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.