Beli Cat Bikin Mural Kami Lapar

Apakah membuat mural itu buruk.!? Tentu saja tidak. Membuat mural adalah salah satu bentuk kreatifitas manusia bernilai seni tinggi. Itulah sebabnya pada event event tertentu, pembuatan mural malah di perlombakan.

Lalu apakah semua orang bisa membuat mural.!? Tentu saja tidak, ada beberapa kriteria penilaian dalam membuat mural. Misalnya dari sisi originalitas, dari segi tema, teknik, media yang pas sesuai tema, komposisi warna, dan yang paling penting apakah isi atau pesan mural yang dibuat bisa di pahami orang lain yang melihatnya.!?

Begitulah, jiwa seni tinggi sangat diperlukan untuk membuat sebuah mural, selain itu membuat mural juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk membeli alat alat pendukung. Cat dan pilox dari berbagai warna, kuas dari berbagai jenis, dan semacamnya. Karena membuat mural itu tidak sama dengan membuat gambar diatas kertas atau kanvas. Dimensi mural bahkan bisa sampai puluhan meter.

Makanya saya heran dengan menjamurnya pembuatan mural belakangan ini, dengan tema yang hampir sama, yaitu KAMI LAPAR.  Yang jadi pertanyaan sekarang adalah, betulkah negeri ini sedang dilanda kelaparan.!? Dan jawabanya, tentu saja tidak.  Mayoritas warga dinegeri ini dalam keadaan baik baik saja. Kalaupun ada satu atau dua kasus berita tentang warga yang lapar, itu hanya karena ketidak tahuan warga sekitarnya.

Kalau sudah ketahuan dan viral, baik aparat, organisasi, atau warga lain yang menpunyai jiwa kemanusiaan yang tinggi, tentu tidak akan tinggal diam. Bahkan para kreator youtube saja banyak yang membuat konten sosial kemanusiaan seperti memberikan bantuan materi maupun imateri terhadap orang yang kesusahan.

Jadi pembuatan mural dimana mana dengan tema kami lapar itu tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Esensinya tidak ada selain hanya untuk gaya gayaan dan ikut ikutan. Bagai mana bisa seseorang yang kelaparan, tapi masih bisa membeli cat, pilox, dan kuas untuk membuat mural dengan dimensi yang besar.

Kalaupun dipaksakan membuat tulisan atau coretan di dinding dengan mengabaikan semua kriteria yang ada, itu bukan mural namanya, Tapi vandalisme.
Ini mirip dengan anak anak yang mencoret coret dinding WC umum pake spidol.


Artikel Terkait

Buka Komentar

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.