Alasan Konyol Orang Indonesia Enggan Di Vaksin


Sampai saat ini Covid-19 itu belum ada obatnya. Kalaupun anda menemukan info lewat media apapun tentang obat covid, itu bohong. Jika narasinya hanya mampu mencegah, menekan, atau mengurangi efek covid, mungkin ya.. 

Begitu juga dengan vaksin, vaksin bukannya obat covid, tapi antibody yang mampu mencegah penyebaran virus corona. Fungsinya sama dengan vaksin vaksin lain yang sudah lumrah kita temui, macam vaksin bcg, vaksin polio, dan lain-lain.

Maka orang yang sudah di vaksin covid, tidak akan mudah tertular, kalaupun tertular kekebalan tubuh atau imun kita akan lebih kuat.

Itulah sebabnya di Eropa atau di Amerika, mereka sudah berdamai dengan covid. Bukan karena covid sudah hilang, tapi karena hampir semua warganya sudah di vaksin.

Lalu bagaimana dengan Indonesia..!?
Menurut data kemkes, dari target vaksin 208.265.720 orang, yang baru di vaksin ke 1 adalah 39.943.004 orang (19,18%), sedang vaksin ke 2 berjumlah 15.876.777 orang atau 7,62% dari target.
Itu artinya masih jauh panggang dari api, kalau ingin disebut sudah berdamai dengan covid.

Masalahnya harus diakui, untuk merealisasikan vaksinasi di negeri ini memang sulit.
Pertama negara kita ini negara kepulauan, untuk bisa menjangkau ke seluruh pelosok dibutuhkan waktu dan perjuangan yang tidak sedikit. Dan yang kedua, adalah masih banyaknya orang yang tidak mau di Vaksin. Dan rata rata, keenganan mereka untuk divaksin, disebabkan karena, meminjam kata Riziek Shihab, mereka itu lugu dan polos.

Kenapa saya meminjam istilah lugu dan polos..!? Karena alasan mereka tidak mau di vaksin itu lucu lucu. 
Ada yang nyebut vaksin covid bisa mengontrol hidup kita.
Ada yang menyebut vaksin itu sebagai senjata China untuk membunuh penduduk Indonesia. 
Ada yang nggak mau di vaksin karena di anggap mengandung babi.
Ada yang karena percaya didalam vaksin terdapat microchip magnetis
Ada juga yang percaya kalau vaksin covid bisa mempercepat kematian.
Bahkan ada teman saya yang belum di vaksin karena takut disuntik. Haha..

Itulah beberapa contoh keluguan dan kepolosan sebagian orang Indonesia. Mereka masih percaya terhadap hoax dan informasi yang salah. Tapi tidak adil juga bila saya meremehkan apa lagi sampai menyalahkan mereka. Karena saya tahu mereka menerima info salah dan hoax itu berasal dari tokoh tokoh yang mereka hormati macam ustadz, mubaligh, mantan pejabat, bahkan dokter.

Artikel Terkait

2 comments:

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.