Kasus Y Waloni dan M Kace Pelajaran Buat MUI

Sebetulnya saya malas membahas kasus Yahya Waloni dan Muhamad Kace ini, karena bagi saya mereka berdua itu hanya orang kurang waras. Dan hanya orang kurang waras lah yang mau meladeni orang kurang waras. Namun setelah MUI angkat bicara tentang masalah ini, otak sayapun langsung terusik.

Dikutip dari suaramalangdotcom, ketua MUI Cholil Nafis mengatakan kalau Yahya Waloni itu bukan ustadz. Lantaran ilmunya masih kurang.  Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan dalam diskusi secara daring, Sabtu (28/8/2021) menambahkan
"Jadi dua kasus yang terakhir seperti M Kece dan Yahya Waloni itu harus menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua agar tidak menimbulkan sikap apriori dalam kehidupan beragama,".

Yang membuat saya terusik adalah kenapa baru setelah ada kejadian seperti ini MUI ngomong.!? Sebelumnya kemana saja.!?
Jika saja MUI ngomong dan bergerak sebelumnya, kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Sebut saja misalnya dengan mensertifikasi ulama.

Memang betul, MUI punya standart untuk menilai seseorang bisa disebut ulama. Namun apakah MUI pernah membagikanya kepada umat.!? 
Tidak pernah bukan.!?
Saya sendiri bahkan tidak tahu. Yang saya tahu hanya gembar gembor MUI tentang standar ustadz setelah ada kasus kasus seperti ini. Artinya, setelah ustadz brengsek macam waloni dan kace ini menggoblokan umat secara berjamaah.

Seharusnya, kasus kasus seperti ini jadi pembelajaran buat MUI, berbuatlah segera agar ustadz ustadz bajingan seperti ini tidak membodohi umat yang memang sudah bodoh. Kecuali kalau MUI memang sengaja memelihara kebodohan umat agar saat MUI membuat sertifikat halal untuk kulkas, tidak ada umat yang mau protes.

Artikel Terkait

Buka Komentar

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.