Jabarku Sayang, Jabarku Malang 2

Ka lemah cai kuring jangji
Jangji bakti béla pati
Nagaraksa pakusarakan
Ngaheuyeuk geusan bumetah
Tanah éndah nagri asri
Titipan kurnia gusti
Muga langgeng mulus nanjung
Muga lana digjayana
Waluya jagjag waringkas

Kawih diatas berjudul "Ka lemah cai kuring jangji" karya seniman Sunda terkenal Mang Koko. Salah satu kawih yang banyak di ciptakan seniman dan budayawan asal Sunda tempo dulu tentang begitu pentingnya menjaga, merawat, dan mencintai lemah cai atau tanah air.


Karena dalam budaya Sunda, mencintai dan menghargai lemah cai adalah salah satu bentuk kesumerah dirian kita terhadap yang maha kuasa. Termasuk didalamnya "depe depe handap asor" yang menjadi ciri atau karakteristik orang sunda.

Sekarang, hal hal seperti itu sudah tidak pernah terdengar. Budaya sunda yang begitu adi luhung semakin terkikis oleh budaya luar. Menyebut emak atau bapak saja sudah gengsi, diganti dengan umi dan abi.

Dulu Tatar Sunda tidak pernah sepi dari orang orang hebat yang menjadi tokoh besar nasional, baik tokoh politik, tokoh agama, seniman, olah ragawan, dan tokoh tokoh lainya. Yang begitu mati matian mencintai dan menjaga nama baik negeri sampai nafasnya yang terakhir.

Sekarang, tokoh tokoh besar di Jawa Barat yang bisa dihitung dengan jari itu malah yang paling getol meyerang pemerintah dan merusak marwah negara.

Mungkin itu sebabnya kenapa orang Sunda tidak ada yang pernah jadi Pemimpin di negeri ini. Sudah hampir 1 abad negeri ini merdeka dari tangan penjajah, tapi tidak pernah sekalipun orang Sunda yang merasakan jadi presiden.
Mereka bukan tidak sanggup, hanya saja mereka tidak tahu bagaimana cara meraihnya.




Artikel Terkait

Buka Komentar

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.