Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dorna Dorna Masa Kini

Dorna di zaman digital
Dorna adalah seorang tokoh intelektual dalam tradisi pewayangan Jawa. Dia adalah gurunya dua generasi penting dalam cerita epik Mahabharata, yaitu pandawa dan kurawa.

Jika Semar adalah puncak kebijaksanaan yang merakyat, maka Dorna adalah personifikasi dari intelektualitas yang tidak punya jangkar moral.
Memang paradoks yang luar biasa: dia seorang Resi, sebagai pendeta atau guru besar.
Selain itu dia juga seorang Dangiang atau makhluk suci atau spirit pelindung. Tapi kelakuannya lebih mirip makelar politik atau provokator kelas kakap.

Intelektual yang Terjebak Transaksi

Dorna adalah contoh nyata Cinta dan kesetiaan yang transaksional. Dia membela Kurawa bukan karena dia percaya Kurawa benar, tapi karena dia "berhutang budi" pada fasilitas dan gaji dari kerajaan Hastina. Dia adalah potret intelektual yang menjual idealismenya demi kenyamanan hidup.
Di zaman sekarang, mungkin dia mirip pengamat atau ahli yang bicaranya tergantung siapa yang bayar.

Di antara kurawa dan Pandawa, murid Resi Dorna yang paling dia sayangi adalah Arjuna, karena Arjuna adalah murid Dorna  sangat merepresentasikan dirinya. Arjuna sangat pandai memenah ketimbang muridnya yang lain.

Namun Arjuna punya sisi kelemahan, yaitu gampang di hasut atau di provokasi oleh gurunya ini.
Kenapa Hanya Arjuna yang Gampang Dihasut?
Mengapa Yudistira yang bijak atau Bima yang teguh tidak mempan di hasut Dorna tapi Arjuna bisa "oleng" oleh Dorna?

Arjuna adalah murid kesayangan. Di balik ketampanan dan kehebatannya, Arjuna punya "ego" sebagai murid teladan. Dia sangat mendewakan status "guru-murid". 

Manipulasi Emosional:

Dorna tahu persis tombol mana yang harus ditekan pada Arjuna. Dia menggunakan otoritasnya sebagai guru untuk membungkus perintah yang sebenarnya bersifat provokatif.

Simbolisme Kebutaan Hati

Dalam filsafat, ini adalah peringatan bahwa orang yang paling pintar sekalipun (seperti Arjuna) bisa menjadi bodoh jika dia memiliki ketaatan buta kepada sosok yang salah.
Antara Ilmu dan Adab Dalam tradisi Sunda, ada prinsip bahwa ilmu tanpa adab itu berbahaya. Dorna punya ilmunya (ahli senjata/astrawidya), punya gelarnya (Resi), tapi tidak punya *asuh* dan *asih*. Dia menggunakan kecerdasannya untuk memecah belah (adu domba) demi kepentingan pribadinya. 

Perbandingan antara Semar dan Dorna

Semar vs Dorna: Dua Penasihat, Dua Dunia.
Semar: Penasihat yang bicara jujur meski pahit, demi keselamatan jiwa ksatria (Tanpa Transaksi).
Dorna: Penasihat yang bicara manis/provokatif demi kepentingan posisi (Penuh Transaksi).
Tulisan ini tentu saja berkaitan dengan fenomena sosial zaman sekarang, di mana banyak "provokator berkedok guru" atau orang pintar yang suka menghasut. Sayangnya banyak sekali "Arjuna Arjuna" yang gampang gampang sekail dihasut.

Menurut Anda' apakah itu karena Arjuna memang "terlalu polos" atau sebenarnya dia tahu itu salah tapi tidak berani membantah gurunya karena takut kualat?

Post a Comment for "Dorna Dorna Masa Kini"