Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

RIP Hukum Positif, Welcome Hukum Rimba


2 orang begal kabur, dan 2 orang begal kawannya mati ditangan korbannya dengan alasan membela diri. Satu negara ribut (terutama di sosmed), seolah-olah kasus seperti ini adalah barang baru. Padahal kasus seperti ini sudah sering terjadi.

Yang harus dipahami adalah,
Perspektif awam dan perspektif penegak hukum itu jelas berbeda. Awam hanya tahu dari apa yang dia lihat dan dia dengar, sedang penegak hukum bersentuhan dengan mereka yang bersangkutan secara langsung. Hingga apa yang terjadi tahu secara persis karena memang merekalah yang menyidik.
Ibaratnya penegak hukum terjun langsung kedalam laut untuk mengetahui kedalaman lautan, sementara awam hanya berdiri di bibir pantai. Tapi anehnya, teriaknya paling kencang dan seakan yang paling tahu.

Terus terang, saya merasa miris dengan ketidak kritisan orang Indonesia. Kalaupun tidak tahu, ya cari tahulah.. bukan langsung menyalahkan penegak hukum karena menetapkan status tersangka pada korban yang membunuh begalnya. Toh itu bukan kiamat, jadi tak perlu juga sampai teriak teriak menghina polisi, karena apa yang dilakukan polisi hanya berdasar barang bukti yang ada.

Lagi pula saat polisi menetapkan tersangka pada seseorang, belum tentu dia itu dipenjara. Karena yang menentukan orang bersalah atau tidak, dipenjara atau tidak itu hakim di pengadilan. Dan hakim itu bukan robot, mereka juga manusia yang punya pertimbangan, karena hukum itu tidak kaku. Ada banyak hal yang bisa meringankan dan memberatkan hukuman walau kasusnya sama.

Coba cek saja di media, banyak kasus serupa yang terjadi, dan korban yg membunuh begalnya banyak juga yang tidak dipenjara. Bahkan ada yang diberi penghargaan.

Menurut hukum positif maupun hukum agama, apapun alasannya menghilangkan nyawa orang itu tidak boleh, kecuali dalam kondisi tertentu. Konsepnya bukan seperti yang ramai di medsos.
" Hey.. kalau dibegal jangan melawan, kasihin aja apa yang begal mau, kalaupun dibacok jangan melawan, pasrah aja toh kalau lu hidup juga bakalan dipenjara ".
Percayalah, itu tolol namanya.

Yang jelas, hal ini ramai bukan karena kasusnya, tapi karena memang ada pihak pihak yang ingin citra Polisi menjadi buruk.
Mereka yang senang melihat negeri ini selalu gaduh. Mereka tidak peduli pada apapun, ada celah... Sikat.. orang orangnya udah kayak kerbau, digiring maling juga akan tetep ngikutin.

Padahal imbas dari kejadian ini, yang dirugikan adalah kita sendiri.
Pertama main hakim sendiri akan semakin ramai dan akan dibenarkan.
Kedua, para begal bisa semakin berani, bunuh korbannya, kalau ketangkep bilang aja dia yang dibegal, dan dia membunuh karena membela diri. 

Fack hukum, percuma kau sekolah tinggi tinggi wahai para penegak hukum, kalau hukum bisa kalah karena demo

Post a Comment for "RIP Hukum Positif, Welcome Hukum Rimba"