C3bong Kena Prank 2T, Kadroen pun Senang

Saya tidak menyangka, jika kejadian mega prank 2 triliun yang membuat gaduh Indonesi itu tidak berefek pada semua orang. Artinya ada juga orang Indonesia yang riang gembira dengan kejadian ini. Dan mereka adalah kaum kadroen.


Sebagai orang yang sering dituduh buzzerRp oleh kaum kadroen, maka otomatis sayapun menyandang gelar cebong. Dan para kecebong inilah yang paling banyak merasa di prank oleh donasi 2T.

Masalahnya para kecebong ini kadung berempati pada setiap niat baik. Apa lagi niat baik ini ditujukan untuk membantu Indonesia dalam menekan penyebaran covid 19. Ditambah dengan seremonial penyerahannya dilakukan langsung dihadapan pejabat negara macam gubernur dan kapolda, maka saya pikir validitasnya pasti dipercaya.

Sementara kaum kadroen, yang mungkin karena tidak mempunyai rasa empati terhadap niat baik setebal cebong, atau donasi orang tiong hoa sebesar 2T terasa menampar dirinya karena tidak pernah berbuat apa apa, mereka hanya bersikap pasif, diam dan tidak bereaksi.

Namun saat waktu penerimaan dana tersebut berakhir (kemarin), dan ternyata tidak cair, kadroen pun senengnya minta ampun.  Rasa senang mereka mungkin melebihi rasa senang pasangan bulu tangkis Indonesia yang mendapat medali emas di olimpiade Tokyo kemarin.

Itu terbukti dengan apa yang pertama mereka lakukan di medsos. Ketimbang mengucapkan selamat kepada para atlet yang sedang berjuang di Tokyo, mereka lebih tertarik untuk menyerang kecebong dengan bermacam cara. Postingan saya tentang donasi Akidi Tio, diserbu habis dari kemarin.

Namun saya tidak terlalu menanggapinya, karena mega prank ini juga belum jelas statusnya. Apa lagi saat saya melihat video penjelasan polda sumsel yang menyebut perubahan status Heriyanti anak bungsu Akidi Tio bukan tersangka, tapi masih emeriksaan . SUMBER

Jadi yang dilakukan polisi sumsel kemarin itu bukan penangkapan, tapi penjemputan. Yaitu untuk mengklarifikasi penyerahan donasi 2T melalui bilyet giro. Sedang penarikan melalui bilyet giro ini tidak sama dengan penarikan lewat cek.

Dikutip dari situs Bank Indonesia, bilyet giro ini adalah Surat perintah dari penarik ke pihak bank tertarik untuk pemindah bukuan sejumlah dana ke rekening penarik. OJK menyebutkan kalau fungsi bilyet giro itu sama dengan cek silang. Dan proses pemindahan dana itu membutuhkan waktu sampai 70 hari sejak tanggal pertama penarikan. SUMBER , SUMBER

Intinya belum tentu juga kalau keluarga Akidi Tio ini memang mau nge-prank. Bisa saja donasi ini masih dalam proses, namun salahnya Heriyanti adalah terlalu terburu-buru mengumumkan donasinya di hadapan publik.

Jadi pesan saya untuk para kadrun yang budiman, jangan merasa senang dulu dan bernafsu menyerang kecebong habis habisan. Ini belum finish, keadaan masih bisa berbalik.


Artikel Terkait

Buka Komentar

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.