Carut Marut PPKM Darurat


Sebelum melanjutkan, pertama-tama saya tentu harus mengangkat jempol terlebih dahulu untuk Walikota Lubuklinggau yang telah memberikan arahan terhadap anak buahnya, yang menurut saya sangat luar biasa. Ini terkait penertiban terhadap warga yang melanggar PPKM Darurat.

Dalam arahanya, beliau menekankan kepada para petugas, agar lebih bersikap humanis saat menertibkan warganya yang kedapatan masih tidak mengikuti program PPKM Darurat.

Secara garis besar, roh dari PPKM Darurat yang di anjurkan pemerintah ya seperti itu. Jadi bukan masalah hebat atau tidak, tapi beliau memahami dan menjalankan intruksi ini dengan benar. Tapi itu bukan berarti kepala daerah lain tidak memahami dan menjalankan instruksi pemerintah dengan benar, namun kondisi orang Indonesia itu memang komlpleks.

Sekarang mari kita lihat instruksi dari pihak berwenang dalam menertibkan warga yang melanggar saat PPKM Darurat.
  • POLRI menginstrusikan pada petugas memberikan teguran yang humanis terhadap pelanggar PPKM. SUMBER
  • Anggota DPR juga meminta petugas bersikap humanis saat menertibkan pelanggar PPKM. SUMBER 
Jika pemerintah menginstruksikan kepada petugas harus bersikap humanis terhadap pelanggar, lalu kenapa banyak kejadian petugas yang bersikap arogan dan bar bar terhadap pelanggar PPKM.!?

Namun sebelum menjawab pertanyaan diatas, yang harus digaris bawahi adalah kata PELANGGAR.
Dalam hal ini pemerintah dengan jelas dan rinci menjelaskan poin poin mengenai PPKM darurat. Baik itu Pengetatan Aktivitas dimasa PPKM, Parameter PPKM, juga Daerah yang terkena PPKM Darurat

Maka siapa saja yang tidak mematuhi itu, disebut sebagai PELANGGAR. Dan petugas tentu wajib menertibkan. Namun masalahnya, dengan kompleksitas penduduk Indonesia, baik dari sisi SDM, pengethuan, dan sosialitas, maka tidak sedikit pelanggar yang melawan, menyerang petugas, bahkan banyak pelanggar PPKM yang tidak tahu atau tidak sadar kalau dia sudah melanggar.

Ditambah dengan buruknya komunikasi pemerintah dalam mensosialisikan maksud dan tujuan PPKM terhadap petugas PPKM, bahkan ada petugas yang tidak paham juga terhadap poin poin PPKM, maka timbulah gesekan gesekan.
Dan yang paling heboh adalah cek cok antara petugas vs paspampres, dan  pemukulan oknum satpol pp terhadap penilik cafe yang melanggar PPKM.

Namun harus dimaklumi juga, bahwa petugas PPKM juga manusia, sama dengan kita yang memiliki batas kesabaran dan batas kekuatan fisik. Mereka bekerja 24 jam, menghadapi pelanggar yang melawan bahkan sampai ada yang menyiram, siapa juga yang tidak emosi. Betul tidak..!?

Tapi apapun itu, yang namanya orang melakukan PELANGGARAN tentu harus dihukum, siapapun mereka. Itu bagi orang yang mau mengerti dan menghormati hukum negara ini. Kecuali bagi pihak ketiga yang memanfaatkan semua kejadian diatas agar negeri ini menjadi ribut.

Dari dulu program mereka memang hanya ingin memecah pemerintah dan rakyatnya. Menyekat mereka dengan narasi menyalahkan satu pihak dan membenarkan pihak lainnya. Tidak ada istilah pengertian dalam kamusnya. Kalau sudah terpecah, tinggal mengadu domba dan melihat hasilnya. Tinggal sekarang kembali kepada kita, apa mau dijadikan domba.!?

Artikel Terkait

Buka Komentar

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesuai tema posting di atas. Komentar jorok, spam, atau tidak relevan, akan kami hapus secara permanen.